Pandemi global yang melanda hampir seluruh dunia telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian, terutama bagi bisnis kecil dan menengah (UKM). Bisnis jenis ini sering kali memiliki keterbatasan dalam hal sumber daya, baik dari segi keuangan maupun infrastruktur. Meskipun demikian, UKM memiliki potensi untuk bertahan dan bahkan berkembang jika mengadopsi strategi yang tepat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh bisnis kecil dan menengah untuk bertahan di masa pandemi.
1. Memanfaatkan Teknologi untuk Beradaptasi
Salah satu langkah pertama yang dapat diambil oleh bisnis kecil dan menengah adalah beradaptasi dengan teknologi. Pandemi mengharuskan banyak bisnis untuk mengubah cara mereka beroperasi, terutama dengan adanya pembatasan sosial dan peningkatan permintaan terhadap layanan online. UKM dapat memanfaatkan platform digital untuk menjual produk atau layanan mereka, seperti membuka toko online di platform e-commerce, menggunakan media sosial untuk memasarkan produk, atau bahkan menggunakan aplikasi untuk layanan pelanggan.
Selain itu, UKM juga bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, seperti menggunakan perangkat lunak akuntansi untuk memantau keuangan atau sistem manajemen inventaris untuk mengatur stok barang. Penggunaan teknologi ini akan mengurangi ketergantungan pada proses manual yang memakan waktu dan tenaga, serta memungkinkan bisnis untuk tetap beroperasi secara efisien meskipun dalam situasi terbatas.
2. Diversifikasi Produk atau Layanan
Di masa pandemi, perilaku konsumen mengalami perubahan drastis. Banyak produk atau layanan yang sebelumnya diminati menjadi kurang relevan, sementara produk atau layanan baru yang berkaitan dengan kebutuhan krisis mulai diminati. Untuk bertahan, UKM perlu mempertimbangkan diversifikasi produk atau layanan yang mereka tawarkan. Misalnya, bisnis makanan dapat mulai menawarkan layanan pengiriman atau menu spesial yang lebih relevan dengan kondisi pandemi.
Selain itu, bisnis yang sebelumnya berbasis offline bisa mengembangkan produk atau layanan yang bisa dijalankan secara online. Misalnya, pelatihan atau kursus yang biasanya dilakukan secara tatap muka dapat beralih ke platform digital. Diversifikasi ini tidak hanya memungkinkan bisnis bertahan, tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan.
3. Meningkatkan Layanan Pelanggan dan Interaksi
Layanan pelanggan yang baik merupakan kunci untuk mempertahankan pelanggan setia, terutama di masa krisis. Di tengah pandemi, banyak pelanggan yang lebih memilih untuk membeli dari bisnis yang memberikan rasa aman dan kenyamanan. Oleh karena itu, sangat penting bagi UKM untuk berfokus pada peningkatan interaksi dan layanan pelanggan.
Salah satu cara yang efektif adalah dengan menjaga komunikasi yang rutin dengan pelanggan melalui saluran digital seperti email, WhatsApp, atau media sosial. UKM bisa memberikan informasi terkait produk baru, promosi, atau pembaruan tentang status pengiriman barang. Memberikan solusi cepat untuk masalah yang dihadapi pelanggan akan meningkatkan rasa kepercayaan dan loyalitas, yang sangat berharga di tengah masa yang penuh ketidakpastian.
4. Mengurangi Biaya dan Meningkatkan Efisiensi Operasional
Masa pandemi memaksa banyak bisnis untuk mengurangi biaya operasional dan menekan pengeluaran. UKM perlu melakukan evaluasi terhadap biaya yang tidak terlalu penting dan mencari cara untuk mengoptimalkan pengeluaran. Misalnya, jika bisnis mengandalkan ruang fisik untuk operasional, mungkin saatnya untuk mengurangi biaya sewa dengan mengadopsi sistem kerja remote atau bekerja dari rumah.
Selain itu, melakukan efisiensi dalam pengelolaan inventaris dan pemasok juga dapat mengurangi biaya. Misalnya, mengurangi jumlah stok barang yang berisiko tidak terjual atau memperpanjang waktu pembayaran dengan pemasok untuk meningkatkan arus kas. Dengan mengurangi biaya yang tidak perlu, bisnis dapat bertahan lebih lama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
5. Menggunakan Pendanaan atau Program Bantuan Pemerintah
Selama pandemi, banyak pemerintah di berbagai negara menawarkan program bantuan dan pendanaan untuk membantu UKM bertahan. Program ini bisa berupa pinjaman dengan bunga rendah, bantuan langsung tunai, atau subsidi gaji. Memanfaatkan bantuan tersebut dapat memberikan UKM ruang lebih untuk beroperasi dan menjaga kelangsungan usaha.
Selain itu, beberapa perusahaan juga menawarkan program pembiayaan atau hibah yang dapat membantu UKM mengatasi kesulitan keuangan. Dengan memanfaatkan sumber daya eksternal ini, UKM dapat memperoleh dana yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka selama masa pandemi.
6. Berfokus pada Pemasaran Digital
Di masa pandemi, banyak konsumen yang lebih sering beraktivitas secara online. Oleh karena itu, pemasaran digital menjadi kunci untuk menjangkau pelanggan baru dan mempertahankan yang lama. UKM dapat memanfaatkan media sosial, iklan berbayar, dan strategi SEO (Search Engine Optimization) untuk meningkatkan visibilitas dan menarik lebih banyak pelanggan.
UKM juga dapat mengoptimalkan penggunaan platform e-commerce dan melakukan promosi menarik untuk meningkatkan penjualan. Menyediakan konten yang relevan dan berkualitas melalui blog atau video juga dapat meningkatkan engagement dengan audiens dan memperkuat posisi merek di pasar.
7. Fokus pada Kesejahteraan Karyawan
Meskipun mungkin terlihat sepele, kesejahteraan karyawan adalah aspek yang sangat penting bagi kelangsungan bisnis, terutama di masa krisis. Karyawan yang merasa dihargai dan diperhatikan akan lebih termotivasi untuk bekerja keras dan memberikan kontribusi yang maksimal untuk bisnis. UKM perlu memastikan bahwa karyawan tetap merasa aman, baik secara fisik maupun mental, selama masa pandemi. Memberikan fleksibilitas dalam jam kerja, menyediakan peralatan kerja yang memadai, dan menjaga komunikasi yang baik dengan tim akan membantu menjaga semangat dan produktivitas mereka.
8. Menjaga Adaptabilitas dan Fleksibilitas
Akhirnya, untuk bertahan di masa pandemi, UKM harus tetap adaptif dan fleksibel. Situasi yang terus berubah menuntut bisnis untuk bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar, permintaan pelanggan, dan kondisi ekonomi. Bisnis yang fleksibel akan lebih mudah untuk bertransformasi, baik dalam hal produk, proses, atau cara berinteraksi dengan pelanggan.
Kesimpulan
Bertahan di masa pandemi bukanlah hal yang mudah, terutama bagi bisnis kecil dan menengah yang seringkali memiliki keterbatasan sumber daya. Namun, dengan memanfaatkan teknologi, mengoptimalkan layanan pelanggan, mengurangi biaya, dan beradaptasi dengan perubahan, UKM bisa tetap bertahan bahkan berkembang di tengah krisis. Fleksibilitas dan inovasi adalah kunci utama yang akan menentukan masa depan bisnis kecil dan menengah di dunia pasca-pandemi.